Kegagalan adalah sebuah hasil.

Begitu banyak manusia yang mempersiapkan dirinya untuk menang tapi sedikit manusia yang mempersiapkan dirinya untuk kalah.

Padahal dalam pertarungan hasil tidak selalu menang, tapi ada juga hasil kekalahan. Tapi kenapa kita mempersiapkan diri untuk menang saja?

Allah ciptakan manusia, menilai hidup tidak berorientasi pada keberhasilan.

Kalo manusia diciptakan berorientasi pada keberhasilan, berarti Nabi Nuh as nabi yang paling gagal, 900 tahun lebih hidup, hanya beberapa yang ikut pada ajarannya, bahkan anaknya sendiri durhaka.

Nabi Ibrahim, ayahnya diperangi tidak dapat mengajak ayahnya pada ajaran beliau, Nabi Muhammad, pamannya yang selama hidupnya melindungi beliau tidak sempat mengucapkan kalimat syahadat.

Tapi ketiga nabi ini mendapat gelar Ulul Azmi, Nabi yang memiliki keteguhan yang kuat.

Berarti Allah tidak terpusat pada keberhasilan.

Andaikan kita gagal, bukan berarti Allah gk sayang kepada kita.

Tidak semua yang kita inginkan Allah kabulkan saat ini juga. Rezeki itu ada 3 jenis, diberikan saat ini, ditunda hari esok, atau diberikan di akhirat.

Skenario Allah itu indah, jika Allah uji kita sabar Allah tambah seneng ama kita, mungkin kita sulit hari ini, tapi hari esok InsyaAllah dapat sesuatu yang lebih luar biasa.

Keoptimisan kita jangan kita iringi dengan rasa gelisah, takut, keraguan akan kegagalan itu datang pada kita.

Sesungguhnya rasa was was, gelisah itu datangnya dari setan.

Mungkin merasa sudah sepenuhnya optimis, sudah beribadah semaksimal mungkin, berdoa tiap waktu, tapi kenapa Allah gk kabulin doa2 kita.

1. Itu penilaian manusia, belum tentu ibadah kita, doa kita diridhoi Allah.
2. Atau yang udah dipaparkan, Allah ingin lihat seberapa besar jiwa kita.

Bersyukur jika mendapat nikmat, bersabar jika dapat musibah.

Keraguan, keputus asaan, dan prasangka buruk padaNya yang akan membuka lebar jalan kegagalan dan mempersempit pintu rezeki dan nikmat.

Katakanlah(Muhammad)” Wahai Tuhan pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasan kepada siapapun yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kekuasaan dari siapapun yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapapun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapupun yang Engkau Kehendaki. Di tanganlah Engkau segala kebajikan. Sungguh, Engkau Maha kuasa atas segala sesuatu(Ali Imran 26)

Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Dan Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau berikan rezeki kepada siapa yang Engkau kehendaki tanpa perhitungan.(Ali Imran 27)

Tetap semangat, Bangkit Indonesiaku.

Semoga bermanfaat, kesalahan datang dari saya pribadi langsung, kesempurnaan hanya Milik Allah, Dia yang Maha memiliki ilmu.

http://sobatelite.blogspot.com/