Kita kali ini akan bahas tentang rokok.

Ramadhan->latihan mengurangi rokok->berhenti->mencegahnya->go green.

Rokok udah seperti nasi bagi penikmatnya dan mungkin lebih dari itu, karena rokok dapat menggantikan semua itu, “kata beberapa penikmat rokok”. Ada juga yang bilang, “Yang penting rokok, gak perlu makan asal bisa rokok”.

Ramadhan kali ini , 75% orang merokok hanya ketika berbuka dan sampai sahur, sisanya masih aja ngerokok pas puasa.

Dalam 75 % ini ada juga yang bales dendam, waktu merokoknya saja yang pada saat berbuka tapi jumlah rokok yang dibakar sama aja ama hari – hari biasanya.

Tapi terlepas dari itu, setidaknya 75% sudah mampu menahan untuk tidak merokok pada saat berpuasa.

75% ini yang sudah mulai melakukan pelatihan pada dirinya.

Bagaimana yang belum? Mulai belajar dari sekarang, kurangi perlahan – lahan, jangan sekaligus berhenti jika kita belum bisa.(kata beberapa perokok yang sudah taubat).

Kita hidup gak sendiri di dunia ini, ada sahabat kita yang seusia, ada yang lebih tua, ada yang lebih muda, dan ada juga yang belum lahir.

Kakek – nenek, sudah sulit bernafas ditambah udara yang gak sehat.
Adik2 kita penerus bangsa, gara2 melihat kita mereka jadi ikut2an, gara2 menghirup udara kotor, perkembangan mereka menjadi tersendat.

Ibu – ibu hamil, bagaimana jika bayi yang dikandung mereka adalah anak2 kita, adik2 kita, ibunya menghirup udara kotor, anak yang dikandung bisa berpotensi jadi cacat.

Jika Amerika dan Eropa menyumbang global warming pada industri lalu kita menghujat2 mereka atas global warming yang kini terjadi, kenapa kita tidak menghujat diri kita sendiri ketika kita juga menyumbang dalam global warming tersebut.

Memang asap sebatang rokok tidak sebanding dengan asap pabrik.
Tapi kita rokok tak hanya sebatang, yang merokok pun tak hanya satu orang. Di Indonesia saja ada kurang lebih 250 juta manusia, 70% merokok. Bagaimana dengan dunia?

Pada saat Allah menciptakan kita, langit ramai, malaikat dan iblis pun bertanya – tanya. Malaikat berkata kepada Allah, kenapa Allah mejadikan manusia khalifah di bumi. Manusia itu hanya bisa merusak, menumpahkan darah saja di muka bumi.

Tapi Allah percaya kepada kita, dan menegur malaikat “Sesungguhnya Aku(Allah) mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.

Ayo kita buktikan kepada malaikat kalo manusia itu tidak seperti yang diterang dalam Al-Quran. Allah sangat senang memamerkan kebaikan manusia kepada penghuni langit.

Ayo dong berubah, “bukan berarti karena saya sebagai penulis yang tidak merokok mudah mengatakan hal ini, tapi bagi kalian juga bisa, karena untuk meninggalkan rokok itu mudah, asal kitanya mau bersungguh – sungguh.

“Apakah batin akan senang jika tubuh tersiksa, dan Apakah tubuh akan senang jika batin tersiksa”(……….)

Kita berhenti, maka kita ajak untuk orang berhenti. Kakak kita, Adik kita, Suami atau Istri kita, sahabat kita, Ayah atau ibu kita, semuanya yang merokok.

Pesan ini sebenarnya amanah dari salah satu orang yang Alhamdulillah sudah meninggalkan rokok.

Maaf jika ada kesalahan, itu mutlak dari saya sebagai manusia, dan kesempurnaan hanya bagi Allah, Dia-lah yang melapangkan hati kita, membukakan pikiran kita, Dia Maha pemberi petunjuk.

REFF: GROUP SOLITE