Selasa, 18 Januari 2011 14:34 WIB

20110118 013631 eko2 Perekonomian Indonesia Lebih Rumit di 2011

Foto : ANTARA/Andika Wahyu/ip

: Director and Senior Economist Global Markets Research Deutsche Bank, Taimur Baig, mengatakan bahwa 2011 akan lebih rumit bagi perekonomian . Namun begitu investor asing masih menganggap sebagai tempat yang menarik untuk berinvestasi.

“Jika 2010 perekonomian mendapatkan hasil bagus, 2011 akan lebih complicated,” kata Taimur dalam Deutsche Bank Economic Outlook, di , Selasa (18/1).

Memasuki 2011, masih akan menghadapi resiko arus modal masuk (capital inflows) dan tekanan inflasi. Selain itu permintaan dari sektor manufaktur tidak dapat diantisipasi dengan infrastruktur yang memadai. “ telah beroperasi di atas level kapasitasnya,” ungkap Taimur.

Khusus inflasi, Taimur menyampaikan bahwa hal tersebut bukanlah masalah yang baru. Tekanan inflasi sudah terjadi sejak lalu dan ini tekanan inflasi masih mengancam.

Menurutnya kenaikan harga pangan baru permulaan dari tekanan inflasi. Kenaikan biaya transportasi, listrik, dan jalan tol yang masih akan dinaikkan menyebabkan tekanan inflasi lebih tinggi ini.

“Pertumbuhan ekonomi akan cepat dan inflasi akan meningkat dalam waktu setengah . Sangat sulit inflasi dapat turun di . Ekspektasi inflasi akan tetap berada di atas 7%,” ujar Taimur.

Ia memprediksi inflasi akan menembus 7,8% (year on year/yoy) April 2011. BI pun diharapkan menaikkan suku bunga acuan (BI rate) dan mengapresiasi nilai tukar rupiah untuk mengatasi inflasi.

Taimur memprediksi kuartal 2 2011, BI akan menaikkan BI rate menjadi 7,5% dari 6,5%. Sedangkan nilai tukar rupiah akan dibiarkan menguat di bawah Rp 9.000. Ia memprediksi nilai tukar rupiah akan berada posisi Rp 8.700 akhir 2011.

“Langkah BI selama ini masih di belakang harapan. Harusnya suku bunga dinaikkan lebih cepat,” ujarnya.

Sementara manajemen capital inflows masih menjadi masalah bagi bank sentral. Kebijakan BI menggunakan term deposit untuk mengatasi resiko capital inflows dinilai merupakan langkah yang pintar. Ke depan Taimur mengharapkan BI juga dapat menaikkan holding period menjadi 3 bulan untuk Sertifikat Bank (SBI).

Taimur juga mengharapkan pemerintah bisa mengalihkan investasi dari portofolio ke foreign direct investment. Hal itu disebabkan investasi akan terus datang ke sepanjang makro ekonomi tetap atraktif. “Salah satunya dengan inflasi yang rendah,” ujarnya. (*/ol-3)

http://arsipberita.com/show/perekonomian-indonesia-lebih-rumit-di-2011-139692.html