Secara rata-rata, harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) di Oktober 2012 turun US$ 1,17/barel menjadi US$ 109,85/barel.
Penurunan harga minyak mentah Indonesia itu sejalan dengan perkembangan harga minyak mentah utama di pasar internasional yang diakibatkan beberapa faktor, antara lain pernyataan Menteri Perminyakan Arab Saudi yang menyatakan masih memiliki kapasitas produksi sebesar 12,5 juta barel per hari dan jika dibutuhkan siap untuk memasok lebih banyak minyak mentah dari produksi saat ini.

Faktor nya adalah proyeksi pertumbuhan ekonomi di 2012 berdasarkan publikasi IMF Oktober 2012 mengalami penurunan sebesar 0,2% dibandingkan proyeksi sebelumnya yang disebabkan oleh belum berakhirnya krisis utang di zona Eropa, belum optimalnya kebijakan-kebijakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan turunnya pertumbuhan ekonomi di negara-negara berkembang.

Turunnya harga minyak juga disebabkan oleh terhentinya operasi sejumlah kilang di wilayah pantai Timur AS akibat badai Sandy yang melanda kawasan tersebut.

Untuk kawasan Asia Pasifik, penurunan harga minyak mentah juga dipengaruhi oleh turunnya kegiatan manufaktur di China dalam 2 bulan terakhir akibat belum pulihnya ekonomi Eropa dan turunnya nilai ekspor Jepang yang mengakibatkan defisit neraca perdagangan selama 3 bulan berturut-turut.

Selengkapnya perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional di Oktober 2012 dibandingkan September 2012, sebagai berikut:

• WTI (Nymex) turun sebesar US$ 5,08 per barel dari US$ 94,65 per barel menjadi US$ 89,57 per barel.
• Brent (ICE) turun sebesar US$ 1,45 per barel dari US$ 112,97 per barel menjadi US$ 111,52 per barel.