Tahun 2013 ini, Indonesia diperkirakan masih akan mengalami defisit neraca perdagangan.
JAKARTA, KOMPAS.com- Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengatakan,
“Proyeksi tersebut berdasarkan pada tren ekonomi global yang juga diperkirakan masih buruk. Defisit terjadi karena naiknya impor sementara kegiatan ekspor melemah,” ujarnya di Jakarta, Rabu (2/1/2013).
Gita mengatakan, penurunan ekspor selain disebabkan oleh perlambatan permintaan, juga dipicu oleh melemahnya harga komoditas di pasar internasional. “Padahal, 65,2 persen ekspor Indonesia berupa komoditas. Ini bukti ketergantungan kita terhadap komoditas yang masih sangat tinggi,” katanya.
Meski kinerja ekspor bulan November 2012 meningkat 7,3 persen dibandingkan bulan sebelumnya, namun neraca perdagangan tetap masih defisit. Defisit tercatat 478,4 juta dollar AS, lebih rendah dibandingkan defisit bulan Oktober 2012, yang menembus level tertinggi yakni 1,55 miliar dollar AS.