Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus tumbuh. Sejak awal tahun hingga November indeks meningkat 14,5%. Padahal saat jumlah investasi dan emiten lebih banyak, tentu pertumbuhan IHSG bisa lebih ‘kencang’.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal merangkap Anggota Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Nurhaida menjelaskan, indeks Indonesia menjadi salah satu terbaik. Pasar saham domestik relatif tahan terpaan krisis dunia. Pertumbuhan indeks Indonesia menjadi empat terbaik di bawah Thailand, Hongkong dan India.

“Sejak awal tahun hingga saat ini, indeks sudah naik 14,5% dan ini jadi empat terbaik. Jika sejak 2007 indeks kala itu 2.745 dan kini sudah mencapai 4.375,” kata Nurhaida di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (28/11/2012).

Ia menambahkan, pertumbuhan IHSG diharapkan terus terjadi dan pada akhir tahun bisa menduduki dua besar, seperti pencapaian di 2011.

Menurut Nurhaida, keterlibatan investor domestik di pasar modal juga terus meningkat. Posisi kepemilikan efek oleh domestik mencapai 40,6%, sedangkan asing mencapai 59,4%. Diharapkan porsi domestik di masa mendatang akan mengalahkan investor asing.

“Sementara posisi Surat Berharga Negara (SBN) domestik sudah mendominasi mencapai 68,34%. Sedangkan asing sekitar 31%. Kalau corporate bonds, domestik sudah 95% sejak tahun 2004. Ke depan kita mendorong agar asing lebih tertarik pada bonds,” tuturnya.

Namun dari sisi partisipasi perdagangan saham, investor domestik diketahui sudah lebih aktif dibandingkan asing. Porsi domestik dalam trading mencapai 57%, sedangkan asing 43%.

Sumber : http://finance.detik.com/read/2012/11/28/104532/2103558/6/wow-pertumbuhan-ihsg-terbesar-ke-4-di-dunia?